UCAPAN TERIMA KASIH

Dengan memanjatkan Puji Syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan Taufik, Hidayah, Inayah dan Rahmat kepada hambanya dalam menyelesaikan sejarah wujudnya Makam Wali Pitu di Bali hasil dari penelitian perkembangan dan pengembangan Islam di Bali sehingga dapat dapat dijadikan pengetahuan dan informasi tentang keberadaan Umat Islam di Bali. Dengan telah diselesaikannya penemuan ini maka diharapkan dapat lebih baik dan lebih mudah untuk dipahami...

MAKAM WALI PITU DAN PARIWISATA

Hubungan dengan Wali Pitu di Bali dan pariwisata sangat erat sekali karena pulau Bali terkenal dengan istilah daerah pariwisata dan memang sejak zaman dahulu arus wisatawanmengalir terus menuju pulau Bali baik wisatawan domestik maupun mancanegara, diantara juga terdapat wisatawan muslim.  Dengan adanya wisatawan muslim yang datang ke Bali, maka dapat dibayangkan mereka  tentunya mengunjungi tempat rekreasi umum, mereka bebas bergaul...

MAKAM WALI PITU DAN SOSIAL EKONOMI

Menurut penelitian keberadaan makam-makam para auliya' terutama Makam Wali Songo di Jawa dan Makam Wali Pitu di Bali mempunyai prospek masa depan yang cerah baik dipandang dari segi sosial ekonomi,`seni budaya, kepariwisataan, dan toleransi kerukunan umat beragama. Kenyataan yang ada membuktikan dengan wujudnya makam-makam para Waliyullah di manapun adanya baik di ngarai, di pantai, di bukit, dan di gunung-gunung, pada umumnya masyarakat...

PENEMUAN GOA SABA’ BATU PAGEH

Perlu diinformasikan bahwa pada hari jum’at Pon tanggal 2 Muharrom 1421 H atau tanggal  07 April 2001 M, telah ditemukan oleh Jamaah Denpasar bersama dengan pengasuh, sebuah goa di tengah tebing yang terjal di Banjar Kangin Desa Ungasan Kecamatan Kuta Kabupaten Badung Bali.  Maka setelah pengasuh mendapat izin dari penguasa goa yaitu Tetua Agama Hindu beliau bernama Bapak Drs. Nyoman Mindera lalu mereka memanjat serta masuk ke dalam...

PENEMUAN MAKAM WALI PITU KEENAM DAN KETUJUH

Selanjutnya setelah ditemukan Makam Keramat Kembar di Daerah Karangasem maka sudah lima makam wali yang ditemukan, sedang menurut petunjuk ada tujuh makam Wali yang seharusnya diwujudkan. Oleh karena itu pengasuh dan para jama'ah lebih yakin akan berhasil dalam menulusuri dan mencari makam Wali Pitu di Bali. Petunjuk selanjutnya terarah ke daerah Singaraja Buleleng, petunjuk dalam Bahasa Jawa tersebut berbunyi : “ Wus kapasten sawijining pepunden...

PENEMUAN MAKAM WALI PITU KEEMPAT DAN KELIMA

Pada awal tahun 1995 M ada petunjuk yang mengisyaratkan supaya berusaha mencari makam para Muballigh di Bali. Kali ini petunjuk itu mengisyaratkan untuk menelusuri makam Wali yang ada di Daerah Karangasem. Dan mencari seorang yang lumpuh tetapi lumpuh bukan karena sakit melainkan karena tuanya, dia satu-satunya orang yang mengetahui lokasi makam tersebut. Sebagaimana kebiasaan setelah manaqiban mereka bermusyawarah untuk menindaklanjuti petunjuk...

PENEMUAN MAKAM WALI PITU KETIGA

Tahun berikutnya menginjak tahun 1994 M, setelah ditemukannya Makam Syekh Chabib Umar Bin Yusuf Al Maghribi, para jamaah Manaqib AL JAMALI serta bapak pengasuh semakin mendekatkan diri kepada Allah untuk dapat mewujudkan semua petunjuk yang telah didapat. Pada suatu hari bapak pengasuh memperoleh petunjuk kembali, kali ini petunjuk itu mengarah ke suatu daerah Klungkung, yang menyatakan bahwa di daerah tersebut ada satu makam yang karomah letaknya...

PENEMUAN MAKAM WALI PITU KEDUA

Dengan penemuan makam wali pitu yang pertama juga ditemukan makam keramat yang lain yaitu : Makam Keramat Pemecutan bernama Dewi Khodijah atau Ratu Ayu Anak Agung Rai yang berada di jalan Batu Karu Pemacutan. Makam Pangeran Sosrodiningrat dari Mataram, berada di Ubung Denpasar.  Menurut dari keterangan bapak K.H.M.Ishak sebagai tetua agama di kampung Islam Kepoan Denpasar yang menceritakan sebagai berikut : Sejarah Makam Keramat...

PENEMUAN MAKAM WALI PITU PERTAMA

Setelah mendapat kesepakatan untuk mengadakan penelitian lebih mendalam keberadaan makam para Auliya' di propinsi Bali, maka beliau dan para jama'ah mulai berangkat menuju lokasi yang telah diberitahukan oleh saudara Zainul. Setelah sampai di lokasi yang dimaksud mereka langsung menemui juru kunci (Bapak Mangku) yaitu Wayan Cantri. Beliau adalah seorang pendeta Hindu. Menurut keterangan Bapak Mangku, diperoleh keterangan bahwa makam tersebut...

SEJARAH PENEMUAN MAKAM WALI PITU DI BALI

Penemuan makan wali Pitu di Bali, diawali dengan adanya petunjuk-petunjuk yang dialami oleh seseorang yang bernama Chabib Toyyib Zaen Arifin Assegaf. Beliau adalah  pengasuh Jam'iyah Manaqib Al-Jamali (Jawa – Madura – Bali), yakni tepatnya pada bulan Muharrom tahun 1412 Hijriyah/1992 Masehi. Petunjuk-petunjuk tersebut diperoleh secara sirri dan berangsur-angsur laksana Wahyu Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW.  Petunjuk-petunjuk...

KAROMAH

Karomah artinya kelebihan / keluarbiasaan /kemulyaan. Dalam Jawahirul Kalamiyah hal 22 oleh Syekh Thohir Bin Sholeh  Al Jazairi sebagai berikut : Artinya : "Karomah yaitu suatu kelebihan / keluarbiasaan ataupun kemulyaan yang tampak di tangan para Wali disertai dengan tidak adanya tanda-tanda pengakuan jadi Nabi" Demikian cuplikan keterangan dari ayat-ayat Al Qur’an dan hadist serta fatwa para Ulama tentang hubungan dan pendekatan...

PENGERTIAN WALI PITU

Sebelum menguraikan kisah atau sejarah wujudnya Makam Wali Pitu di Bali perlu mengetahui adanya penjelasan / keterangan beberapa istilah : Waliyulloh / Wali Dari kata Al Waliyyu menurut bahasa artinya kekasih Allah Auliya’ Dalam bahasa Arab artinya beberapa Wali (Kata majemuk). Sab’ah Dalam bahasa arab artinya tujuh Syeh Thohir Bin Sholeh Al Jazairi dalam kitabnya Jawahirul Kalamiyah hal 23 menjelaskan : Artinya : "Orang yang ma’rifat...

TOLERANSI DAN AKULTURASI ISLAM DI BALI

Umat Islam di Bali dalam mengarungi hidup di Pulau Dewata, mereka selalu bekerja sama, bersatu, bergotong royong, saling tolong menolong, hormat menghormati, berbaur menjadi satu dari dahulu sampai sekarang. Umat Islam dapat membawa diri hidup bertoleransi dengan masyarakat yang mayoritas beragama Hindu. Bahkan pemeluk Islam di Bali terus mengalami peningkatan. Menurut ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) yaitu H.Habib, hal ini disebabkan oleh...

ISLAM DI PULAU BALI (BAG. 3)

JEMBRANA - BALI Beberapa informasi dari sumber lokal dan tulisan-tulisan milik Datuk Haji Sirod di Kampung Campaka Loloan Barat menyatakan bahwa kedatangan orang-orang Islam di Jembrana yaitu dari orang-orang Bugis atau Makasar, yang pertama pada tahun 1653 – 1655 masehi.  Kedua pada tahun 1660 – 1661 masehi, yaitu pada waktu terjadinya peperangan antara kerajaan Makasar dengan Kompeni Belanda (VOC). Kemudian diketahui ada beberapa...

ISLAM DI PULAU BALI (BAG. 2)

KARANGASEM - BALI Kepulangan Dhalem Ngelesir ke Bali, setelah menghadiri pertemuan agung di Majapahit, yang disertai oleh 40 orang pengiring yang telah memeluk Islam menjadi cikal bakal tumbuh dan berkembangnya agama Islam di Bali. Namun setelah beberapa lama terdapat dua orang dari empat puluh orang pengiring tersebut yaitu Raden Modin dan Kyai Jalil pergi meninggalkan Gelgel menuju ke Timur. Perjalanan mereka sampai di wilayah Banjar...

ISLAM DI PULAU BALI (BAG. 1)

Agama Islam masuk di Indonesia tidak terlepas dari proses masuknya Islam di Kepulauan Nusantara, waktu pengislaman besar-besaran dimulai pada abad XII M. Kemudian pada abad XIV s/d XVI masehi Islam tersebar di seluruh wilayah Nusantara Indonesia, termasuk di Bali. Beberapa daerah tersebut adalah : KLUNGKUNG - BALI Beberapa informasi dari sumber lokal yang dapat dipercaya dan tulisan-tulisan dari Penulis Asing menyatakan bahwa Agama Islam...

MASUKNYA ISLAM DI PULAU BALI

Islam di Bali Pulau Bali lebih dikenal sebagai daerah Pariwisata, baik oleh masyarakat dalam negeri maupun mancanegara, semua telah mendengar dan mengenal Pulau Bali. Terbukti banyak sekali Para Wisatawan Asing yang datang ke Bali untuk berdarmawisata menikmati kenyamanan dan keindahan alam Pulau Bali. Demikian juga tidak ketinggalan para wisatawan Muslim banyak yang datang ke Bali terutama dari Singapura, Malaysia, Brunei Darussalam, dan...